Liputan6.com, Jakarta - Sholat qobliyah Subuh termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Orang yang melaksanakan sholat dua rakaat sebelum Subuh akan mendapatkan keutamaan luar biasa.
“Dua rakaat sholat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (H.R. Muslim)
Namun, dalam praktiknya melaksanakan sholat qobliyah Subuh tidak mudah. Jangankan sholat qobliyah, sholat Subuh-nya saja yang fardhu terkadang kesulitan bagi sebagian muslim dengan alasan susah bangun.
Pertanyaannya, seandainya bangunnya kesiangan dan waktu Subuh hampir habis, apakah harus melaksanakan sholat qobliyah Subuh agar memperoleh keutamaannya? Apakah boleh qadha sholat qobliyah Subuh?
Jika waktu Subuh hampir habis, pendakwah Ustadz Syafiq Riza Basalamah menyarankan agar mengutamakan sholat Subuh. Adapun pelaksanaan sholat qobliyahnya diqadha. Menurutnya, tidak masalah jika sholat qobliyah Subuh dikerjakan di luar waktu Subuh dengan niat qadha.
“Kondisinya ini waktu syuruq-nya (misal pukul) 5.40. Dia punya waktu (Subuh) dua menit. Maka, dia laksanakan sholat (Subuh) karena dia melaksanakan sholatnya bukan di waktu larangan. Artinya, dia memulai Subuh-nya bukan di waktu larangan,” kata Ustadz Syafiq Riza dikutip dari YouTube Tanaashuh, Kamis (23/1/2025).
“Maka, dia sholat Subuh, jangan qobliyah Subuh. Kalau masih ada sisa waktu, maka gunakan untuk sholat wajibnya, qobliyahnya nanti diqadha,” sambungnya.
Selain kepada Ustadz Syafiq Riza, pertanyaan serupa juga pernah muncul di kajian Al Bahjah. Simak berikut penjelasan KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya selaaku Pengasuh LPD Al Bahjah.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Menengok Ritual Muji Malam Jumat Kliwon Komunitas Kejawen di Cilacap

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)