Liputan6.com, Tashkent - Direktur Jenderal Pusat Peradaban Islam (Center for Islamic Civilization/CIC) Firdavs Abdukhalikov menyampaikan bahwa Uzbekistan akan membuka CIC di Tashkent, ibu kota Uzbekistan pada musim gugur ini.
Menurut keterangan resmi CIC di Jakarta, Ahad, pusat peradaban yang merupakan inisiatif Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev sebagai simbol warisan dunia Islam, akan menjadi ruang pelestarian, penelitian, dan penyebaran warisan intelektual serta peradaban Islam kepada komunitas global.
Menurut Abdukhalikov, pusat peradaban itu akan menjadi gabungan antara museum, pusat riset, dan simbol budaya modern, dikutip dari laman Antara News, Selasa (30/9/2025).
“Seperti Louvre, Smithsonian, atau Institut Dunia Arab, CIC menjadi wujud kebanggaan nasional sekaligus jendela dialog global,” katanya, seraya menambahkan bahwa CIC akan menjadi simbol identitas nasional dan kontribusi Asia Tengah terhadap peradaban global.
Presiden Mirziyoyev pun menyebut CIC sebagai inisiatif budaya dan spiritual, dan menegaskan komitmennya untuk memajukan toleransi sosial dan menyebarkan semangat pencerahan Islam, ujar Abdukhalikov.
Menjelang pembukaan resmi, kata Abdukhalikov, CIC menampilkan koleksi artefak hasil repatriasi budaya dari berbagai negara, di antaranya adalah fragmen Al-Qur’an Kufi abad ke-9, keramik era Timuriyah, naskah asli karya Ibnu Sina dan al-Biruni, serta perhiasan Seljuk yang sempat hilang.
Stasiun kereta bawah tanah di Kota Tashkent menghadirkan kemegahan dan keindahan karya seni. Tiap-tiap stasiun di ibu kota Uzbekistan ini memiliki tema yang berbeda dan berikut kita ikuti liputannya dalam Destinasi.

6 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)