Liputan6.com, Stockholm Berkat penemuan mereka terhadap mekanika kuantum, John Clarke, Michel Devoret, dan John Martinis – dianugerahi Hadiah Nobel Fisika 2025. Eksperimen mereka berhasil mengungkap fisika kuantum dalam praktik.
Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, menyampaikan tanggapannya bahwa penemuan fisika tersebut membuka peluang pengembangan teknologi kuantum generasi berikutnya.
“Hadiah Nobel Fisika tahun ini telah memberikan peluang untuk mengembangkan teknologi kuantum generasi berikutnya, termasuk kriptografi kuantum, komputer kuantum, dan sensor kuantum,” ungkapnya, dikutip dari Japan Today, Rabu (8/10/2025)
Perjalanan dari pemenang Nobel tidaklah mudah. Mereka melakukan eksperimen pada pertengahan 1980-an dengan sirkuit elektronik yang terbuat dari superkonduktor.
Bahkan mereka berhasil membuktikan bahwa sifat mekanika kuantum dapat diwujudkan dalam skala makroskopis yang jauh lebih besar.
Melalui teknologi kuantum, kini pekerjaan dalam berbagai aspek teknologi digital semakin lebih mudah, termasuk adanya transistor dalam mikrochip komputer.
Dalam konferensi pers Nobel, Clarke mengaku terkejut terhadap penemuan bermanfaat yang sudah diraihnya.
"Perasaan saya benar-benar tercengang. Bahkan saya sama sekali tidak pernah terpikir jika penemuan ini mendapatkan Hadiah Nobel," ujarnya.
“Saya berbicara di ponsel, dan Anda juga menggunakannya. Salah satu alasan mendasar mengapa ponsel bisa berfungsi adalah karena semua pekerjaan ini," lanjut Clarke.

6 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)