4 bulan yg lalu

Senator Australia Pauline Hanson Dikecam Usai Kenakan Burqa di Sidang Parlemen


Hidayatullah.com— Senator Australia Pauline Hanson memicu kecaman luas dari sesama anggota parlemen setelah mengenakan burqa saat menghadiri sidang majelis tinggi pada Senin (24/11/2025). Aksi itu langsung ditentang oleh sejumlah senator Muslim yang menyebutnya sebagai bentuk pelecehan terhadap umat Islam. Demikian diberitakan Reuters, Selasa  (25/11/2025).

“Ini adalah senator rasis, yang menunjukkan rasisme secara terang-terangan,” ujar Senator Muslim Mehreen Faruqi ketika menanggapi tindakan Hanson di dalam ruang Senat sebagaimana dikutip The Guardian.

Pauline Hanson, 71-year-old leader of the anti-Muslim, anti-immigration One Nation minor party, wore a burqa to protest senators’ refusal to consider her bill banning full-face coverings in public. pic.twitter.com/P7mima91YB

— The Associated Press (@AP) November 25, 2025

Hanson mengenakan burqa hitam panjang sesaat setelah permintaannya untuk memperkenalkan rancangan undang-undang yang melarang burqa dan penutup wajah penuh lainnya ditolak oleh Senat. Insiden itu membuat sidang ricuh.

Ketika pimpinan sidang memintanya melepas burqa, Hanson menolak, sehingga sidang sempat dihentikan sementara. Reuters melaporkan bahwa mayoritas senator menilai tindakannya tidak menghormati lembaga parlemen.

Senator Fatima Payman, yang juga Muslim, menyebut aksi tersebut “memalukan dan provokatif”, sebagaimana dilaporkan ABC News Australia (25/11/2025). Menurut Payman, tindakan itu bukan sekadar protes, melainkan penghinaan terhadap umat Muslim yang mengenakan burqa dan niqab sebagai ekspresi keagamaan.

Pauline Hanson adalah pemimpin partai sayap kanan One Nation dan sejak lama dikenal karena pandangan kerasnya terkait imigrasi, multikulturalisme, serta isu-isu yang berkaitan dengan Muslim Australia.

Hanson beberapa kali menuntut pelarangan burqa dengan alasan keamanan nasional. Rekam jejak politiknya membuat sejumlah kelompok masyarakat menilai dirinya rasis serta anti-Islam. The Guardian mencatat Hanson pernah melakukan aksi serupa pada 2017, juga menuai kecaman luas.

Setelah insiden terbaru ini, pemerintah melalui pemimpi...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang