8 bulan yg lalu

Sejumlah Kota di Prancis Berlakukan Jam Malam untuk Anak-anak


Hidayatullah.com– Sejumlah kota di Prancis memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan remaja menyusul maraknya bentrokan di kalangan geng pengedar narkoba.

Nîmes di bagian selatan menjadi kota di Prancis yang belakangan memberlakukan jam malam, yang melarang anak dan remaja di bawah usia 16 tahun keluar rumah ketika hari sudah gelap supaya tidak terpapar aksi kekerasan dan meredakan situasi yang memanas. Pemerintah kota juga menambah patroli polisi.

Bulan lalu saja, sejumlah aksi penembakan terjadi di Prancis, bahkan di siang bolong, yang sejauh ini menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, lapor BBC.

Pekan lalu, mayat seorang pemuda berusia 19 tahun ditemukan dalam keadaan terbakar sebagian di pinggiran kota Nîmes.

Wali Kota Jean-Paul Fournier hari Selasa (22/7/2025) saat mengumumkan pemberlakuan jam malam mengatakan situasi semakin tidak aman dan geng-geng narkoba menciptakan situasi yang penuh ketakutan dan teror di masyarakat. Jam malam berlaku dari pukul 21 sampai pukul 06.

Wakil Wali Kota Richard Schieven mengatakan jam malam akan melindungi anak-anak dan remaja yang tidak terlibat dalam perdagangan narkoba. Kebijakan tersebut juga anak melindungi anak usia 12-13 tahun yang kerap dieksploitasi oleh geng narkoba.

Béziers, 120 km ke arah barat daya dari Nîmes, sudah lebih dulu memberlakukan jam malam antara pukul 23 dan 06 sejak tahun lalu untuk anak usia di bawah 13 tahun, dan kemudian memperluas cakupannya untuk anak di bawah 15 tahun di sejumlah area tertentu sejak bulan Maret.

“Tidak ada anak usia 10 tahun yang berkeliaran di jalanan pada pukul 02 kecuali untuk melakukan kenakalan,” kata Wali Kota Robert Ménard pada 2024.

Meskipun jam malam sudah diberlakukan, Béziers masih saja mengalami banyak aksi kekerasan. Di akhir pekan lalu, sekelompok pemuda bertopeng menjebak polisi dan kemudian menyerang mereka dengan petasan, lapor media setempat.

Insiden serupa terjadi di Limoges di bagian barat daya Prancis.

Kota Limoges juga memberlakukan jam malam untuk anak di bawah usia 13 tahun selama liburan musim panas tahun ini. Namun, menyusul aksi kekerasan yang melibatkan sekitar 100 orang di akhir pekan kemarin Wali Kota Émile Roger Lombertie mengatakan hasil dari kebijakan tersebut “tidak baik”.

“Kita mengalami gangguan yang dilakukan...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang