4 bulan yg lalu

Ratusan Tentara Ajukan Pensiun Dini, Militer ‘Israel’ Dihantam Krisis Moral


Hidayatullah.com – Ratusan tentara berpengalaman ‘Israel‘, termasuk perwira, dilaporkan mengajukan permohonan pensiun dini. Kabar ini memperparah krisis personel yang dialami militer selama perang genosida Gaza, lapor media setempat pada Rabu.

Menurut harian Yedioth Ahronoth, perwakilan dari Administrasi Personalia Angkatan Darat mengatakan kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset bahwa sekitar 600 tentara, termasuk perwira senior dan bintara profesional, telah meminta untuk secara efektif “mengundurkan diri” lebih awal.

“Ada mereka yang pensiunnya kami tunda selama perang (di Gaza) karena kebutuhan mereka, hanya karena tidak ada pengganti mereka,” kata seorang pejabat militer kepada anggota parlemen.

Para pejabat militer mengatakan 85 persen tentara pensiun “dengan pangkat letnan kolonel atau di bawahnya.”

Bar Kalifa, seorang pejabat militer ‘Israel’ yang berbicara kepada komite tersebut, mengaitkan krisis yang semakin meningkat ini dengan putusan Mahkamah Agung baru-baru ini yang membatalkan tunjangan pensiun bagi perwira karier.

Ia juga menyoroti “masalah yang lebih luas, yaitu kekurangan tenaga kerja (tentara Israel) di tengah pengecualian wajib militer bagi kaum Yahudi ultra-Ortodoks yang masih berlaku” di saat pasukan “mulai bermanuver di Gaza.”

Tentara “membutuhkan 12.000 tentara lagi,” tambahnya.

Pada 8 Agustus, Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki kembali Gaza secara bertahap, dimulai dengan Kota Gaza, sebelum rencana tersebut dibatalkan setelah gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Haredi “meningkatkan retorikanya, dan protes mereka menguras sumber daya baik dari militer maupun kepolisian.”

Kalifa juga memperingatkan akan adanya lonjakan warga yang mangkir wajib militer.

“Kita sekarang memiliki lebih dari 17.000 orang yang mengelak wajib militer. Menghindar wajib militer telah menjadi hal yang biasa,” ujarnya. “Ada banyak pengacara yang secara curang mengamankan pengecualian bagi para pengelak wajib militer.”

Yahudi Haredi, yang mencakup sekitar 13 persen dari 10 juta penduduk ‘Israel’, mengklaim bahwa w...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang