1 tahun yg lalu

Puasa setelah Nisfu Sya’ban Haram, tapi jika Penuhi 5 Alasan Ini Boleh Kata Buya Yahya


Liputan6.com, Jakarta - Puasa di bulan Sya’ban adalah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Bahkan, Rasulullah SAW termasuk sering berpuasa di bulan tersebut, sebelum akhirnya melaksanakan puasa Ramadhan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: ... كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً. (رواه مسلم) 

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘… Rasulullah SAW sering berpuasa Sya’ban seluruhnya; beliau sering berpuasa Sya’ban kecuali sedikit saja’.” (HR Muslim).

Pada dasarnya, tidak ada ketentuan khusus mengenai kapan puasa Sya’ban dilakukan, entah itu di awal, pertengahan, maupun menjelang akhir Sya’ban. Namun, ada hadis yang menyebutkan jika puasa setelah Nisfu Sya’ban atau memasuki paruh kedua bulan tersebut dilarang alias haram.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْب&...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang