Liputan6.com, Taipei - Menandai satu tahun masa jabatannya, Presiden Taiwan Lai Ching-te kembali menyerukan perdamaian dan dialog dengan China. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas militer China serta memburuknya perpecahan politik di dalam negeri.
Lai Ching-te mengatakan kepada para wartawan pada Selasa (20/5) bahwa perang tidak akan menghasilkan "pemenang", namun Taiwan akan terus memperkuat pertahanannya untuk mencegah invasi atau upaya pencaplokan secara paksa oleh China.
"Justru pihak agresorlah yang merusak perdamaian... Taiwan adalah negara yang cinta damai dan masyarakat kami menjunjung tinggi niat baik," ujarnya seperti dikutip dari The Guardian. "Saya berkomitmen penuh terhadap perdamaian karena perdamaian itu tak ternilai harganya dan dalam perang tidak ada pemenang."
"Namun, meskipun niat kami mengejar perdamaian itu tulus, hal itu tidak boleh bersifat naif."
Dia mendesak China untuk kembali membuka dialog dengan pemerintahannya secara setara, "menggantikan pengepungan dengan pertukaran, menggantikan konfrontasi dengan dialog."
Partai Komunis, yang berkuasa di China, telah memutus semua hubungan dan dialog dengan pemerintah Taiwan sejak tahun 2016, ketika Tsai Ing-wen—pendahulu Lai Ching-te—memenangkan pemilu dari Partai Progresif Demokratik yang berpihak pada kedaulatan. Partai Komunis menganggap partai tersebut sebagai kelompok separatis yang melanggar hukum.

10 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)