6 bulan yg lalu

Palestina Butuh Kemerdekaan, Bukan Janji Palsu ”Solusi Dua Negara”


Solusi dua negara hanyalah ilusi diplomasi yang mengabadikan penjajahan, apartheid, dan genosida atas rakyat Palestina

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy

Hidayatullah.com | PIDATO Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB yang menyinggung Two-State Solution (Solusi Dua Negara) seolah menghidupkan wacana damai. Namun, bagi Palestina, itu justru mengulang trauma sejarah.

Sejak 1948, rakyat Palestina kehilangan tanahnya lewat Nakba—pengusiran massal yang menandai lahirnya negara palsu bernama Israel.

Dari tahun ke tahun, wilayah Palestina terus menciut. Partition Plan PBB 1947 saja sudah timpang, memberi 55 persen tanah kepada Israel dan hanya 45 persen kepada Palestina, dan kala itu Indonesia menolaknya.

Kini, Palestina tinggal menguasai 15 persen wilayah historisnya, sebagian besar hancur dan terisolasi. Bagaimana mungkin kompromi hari ini dianggap adil, jika yang lebih “lunak” di masa lalu pun ditolak?

Luka sejarah ini tidak pernah ditutup; justru melebar karena kompromi palsu yang terus dipaksakan.

Ketimpangan Perundingan dan Realitas Genosida

Negosiasi dalam kerangka Two-State Solution bukanlah dialog setara, melainkan ilusi perundingan di bawah todongan senjata. Penjajah Israel hadir dengan militer superkuat, perlindungan Amerika Serikat, serta kontrol penuh atas darat, laut, dan udara Palestina.

Sebaliknya, rakyat Palestina yang dijajah datang dengan tangan terikat: akses air, listrik, makanan, hingga obat-obatan dibatasi oleh penjajah. Menyebut situasi timpang ini sebagai “perundingan” adalah pelecehan terhadap keadilan. Seperti diungkap PUSAD Paramadina, ia tak lain hanyalah “kompromi di bawah todongan senjata.”

Sementara itu, realitas di Gaza dan Tepi Barat bukanlah konflik, melainkan rangkaian kejahatan kemanusiaan dan pembantaian. Ribuan warga sipil terbunuh, rumah sakit hancur, sekolah runtuh, anak-anak menjadi korban serangan tanpa henti.

Human Rights Watch dan Amnesty International berulang kali menegaskan bahwa Israel menjalankan sistem apartheid. Selama genosida ini terus berlangsung, berbicara solusi dua negara sama artiny...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang