Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah China mengambil langkah seirus menyikapi maraknya laporan dan penjualan mobil bekas 'tanpa jarak tempuh' atau '0 KM'.
Kementerian Perdagangan China baru-baru ini memanggil sejumlah produsen otomotif terbesar untuk menghadiri pertemuan khusus membahas praktik dinilai tidak sehat dalam industri otomotif.
Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan asosiasi dealer mobil dan platform penjualan daring, menurut keterangan Li Yanwei, seorang pejabat di Asosiasi Dealer Mobil Tiongkok, lewat akun Weibo-nya. Produsen besar seperti Dongfeng Motor Group diketahui hadir dalam diskusi tersebut.
Mobil bekas ‘0 KM’ menjadi sorotan publik sejak Ketua Great Wall Motors Co, Wei Jianjun, memperingatkan praktik semacam ini dapat mengganggu keseimbangan industri otomotif.
Dalam praktiknya, mobil baru yang tidak laku dialihkan ke perusahaan pembiayaan atau dealer mobil bekas, lalu dijual kembali dengan odometer nol kilometer. Produsen tetap mencatat unit tersebut sebagai ‘terjual’ meski belum sampai ke tangan konsumen akhir.

1 tahun yg lalu


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427634/original/072065500_1764403694-IMG-20251129-WA0029.jpg)


![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)