4 bulan yg lalu

Menag Nasaruddin Sebut MUI Sebagai Institusi Paling Penting di Indonesia


Hidayatullah.com – Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai institusi paling penting di Indonesia. Kegiatan Munas XI MUI akan berlangsung pada 20-23 November 2025 dengan mengangkat tema: Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat.

“MUI adalah institusi sangat penting di Indonesia. Diharapkan transformasi,” kata Kiai Nasaruddin Umar, Kamis (20/11/2025). Hal ini disampaikan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Munas XI MUI di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara.

Karena itu, Imam Besar Masjid Istiqlal ini berharap MUI melakukan transformasi untuk umat. Dia mencontohkan transformasi sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad untuk mentransformasikan kabillah menjadi ummah. Nantinya, transformasi tersebut dilakukan untuk mentransformasikan primordial, dengan ikatan yang satu visi.

“Kita bersyukur, kita saksikan tahun ke tahun, MUI menancapkan prestasi monumental bangsa ini,” ujarnya. Dia mengingatkan MUI mengenai tantangan masa depan karena pengaruh era post truth. Sebab, era ini membuat yang mutlak menjadi tidak mutlak karena tidak didukung oleh media dan politik.

“Ke depan MUI untuk lebih mengokohkan diri, individu maupun organisasi, bagaimana legitimasi MUI solid guna mengantisipasi yang akan datang,” ungkapnya.

Harap MUI Lahirkan Keputusan Brilian Berskala Internasional

Kiai Nasaruddin juga menyinggung bahwa agama paling efektif untuk mengatasi berbagai persoalan seperti lingkungan hingga AI. Dia menilai bahasa agama bisa menjadi bimbingan moral dan spiritual bagi umat.

“MUI berkepentingan masalah ini. Tanpa aksi, perkembangan (seperti) AI datang, jangan sampai ada hal yang kontradiktif,” jelasnya.

“Munas proteksi umat bekerja sama dengan umat beragama lain sebagai bangsa Indonesia yang dapat sorotan internasional. Keputusan paralel dunia, masa depan dunia, berharap Indonesia berperan aktif,” kata dia.

Menurutnya, negara lain sudah selesai merawat Islam. Sekarang ini, lanjutnya, estafet kepemimpinan Islam mengarah ke Asia Tenggara khususnya Indonesia. “Bicara Indonesia yaitu MUI. Munas ini melahirkan keputusan brilian, bukan hanya umat Islam Indonesia, tapi internasion...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang