6 bulan yg lalu

Ketua Mahkamah Agung India Jadi Sasaran Lemparan Sepatu, Ini Sebabnya


Liputan6.com, New Delhi - Seorang pengacara di India nekat melempar sepatu ke arah Ketua Mahkamah Agung BR Gavai di ruang sidang, setelah tersulut emosi oleh pernyataan sang hakim yang dianggap menyinggung salah satu dewa Hindu. Insiden yang terjadi pada hari Senin (6/10/2025) di Delhi itu memicu kehebohan besar karena dianggap sebagai penghinaan publik serius sekaligus pelanggaran keamanan di lembaga peradilan tertinggi negara tersebut.

Tiga pengacara yang berada di ruang sidang mengonfirmasi kepada BBC bahwa sepatu tersebut benar-benar dilemparkan ke arah hakim. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa benda itu sempat mengenai Ketua Mahkamah Agung dan seorang hakim lainnya lalu jatuh di belakang mereka.

Pelaku, Rakesh Kishore, dilaporkan berteriak "India tidak akan menoleransi penghinaan terhadap Sanatan Dharma (Hinduisme)" saat dia digiring keluar dari ruang sidang oleh petugas keamanan. Dia kemudian langsung diskors dari profesinya sebagai pengacara.

Advokat Ravi Shanker Jha, yang menyaksikan langsung insiden tersebut, menuturkan kepada BBC bahwa Kishore melempar sepatunya dan mengangkat tangan untuk menegaskan bahwa dialah yang melempar.

"Setelah ditangkap oleh petugas keamanan ruang sidang, ketua mahkamah agung meminta para pengacara untuk tetap melanjutkan argumen mereka dan tidak terpengaruh oleh insiden itu," tambah Jha.

Menurut pengacara lain, Anas Tanwir, Gavai tetap tenang sepanjang kejadian. Hingga kini, dia belum memberikan komentar publik terkait insiden tersebut.

Pihak berwenang India kemudian menyatakan bahwa tidak akan ada tuntutan yang diajukan terhadap Kishore.

Respons PM Modi

Dalam wawancara dengan media daring India, The Print, Kishore menjelaskan bahwa tindakannya berawal dari petisi yang baru-baru ini ditolak oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Gavai, di mana sang hakim juga memberikan komentar mengenai Dewa Wisnu.

Ketika menolak permohonan untuk membangun kembali patung Dewa Wisnu setinggi tujuh kaki di sebuah kuil di Neg...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang