1 tahun yg lalu

Ketahui Frekuensi Pernapasan Normal pada Bayi Baru Lahir


Jakarta -

Frekuensi pernapasan normal pada bayi baru lahir perlu dipahami oleh orang tua. Perubahan tak biasa dari frekuensi napas bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai pada bayi baru lahir.

Bunda mungkin memperhatikan Si Kecil bernapas cepat, bahkan saat tidur. Bayi juga dapat mengambil jeda panjang di antara setiap napas atau mengeluarkan suara saat bernapas.

Sebagian besar hal ini disebabkan oleh faktor fisiologis, di mana bayi memiliki paru-paru yang lebih kecil, otot yang lebih lemah, dan sebagian besar bernapas melalui hidung. 

Bayi baru lahir juga masih belajar bernapas, karena tali pusar menyalurkan semua oksigen langsung ke tubuh mereka melalui darah saat berada di dalam rahim.

Frekuensi pernapasan normal bayi baru lahir

Bayi baru lahir bernapas jauh lebih cepat daripada bayi yang usianya lebih tua, anak-anak, dan orang dewasa. Mereka mungkin awalnya bernapas tidak teratur sebelum mengembangkan pola pernapasan yang teratur.

Dikutip dari Healthline, bayi baru lahir yang berusia di bawah 6 bulan bernapas sekitar 40-60 kali per menit. Jumlah ini akan terlihat cukup cepat jika Bunda memperhatikannya.

Frekuensi pernapasan dapat melambat hingga 30 kali per menit saat bayi baru lahir sedang tidur. Dalam pernapasan berkala, pernapasan bayi baru lahir mungkin berhenti selama 5 hingga 10 detik dan kemudian mulai lagi lebih cepat, sekitar 40 hingga 60 napas per menit, selama 10 hingga 15 detik. 

Mereka tidak boleh berhenti lebih dari 10 detik di antara napas, bahkan saat beristirahat.

Pola pernapasan bayi yang perlu diperhatikan

Pernapasan cepat dengan sendirinya mungkin tidak...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang