6 bulan yg lalu

Keras! Jepang Bantah Laporan Diwarning Trump, Katakan Ini


Jakarta, CNBC Indonesia- Jepang membantah laporan Wall Street Journal (WSJ) yang menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah meminta Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi untuk tidak memprovokasi China terkait kedaulatan Taiwan.

Perselisihan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di Asia ini dimulai setelah Takaichi bulan ini menyatakan bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer dalam setiap serangan terhadap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.

Menurut Kementerian Luar Negeri Beijing, Pemimpin China Xi Jinping menekankan hal ini melalui panggilan telepon dengan Trump pada hari Senin, dengan mengatakan bahwa kembalinya Taiwan merupakan "bagian integral dari tatanan internasional pascaperang".

WSJ melaporkan Kamis (27/11/2025), tak lama setelah diskusi tersebut, "Trump menjadwalkan panggilan telepon dengan Takaichi dan menasihatinya untuk tidak memprovokasi Beijing terkait kedaulatan pulau itu".

WSJ mengutip pejabat Jepang yang tidak disebutkan namanya dan seorang warga Amerika yang diberi pengarahan terkait panggilan telepon tersebut. Namun, juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, membantah laporan WSJ.

"Artikel tersebut memuat bagian yang menyatakan, terkait kedaulatan Taiwan, (Trump) menasihatinya untuk tidak memprovokasi pemerintah Tiongkok. Fakta tersebut tidak ada," ujar Kihara dalam jumpa pers rutin, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dalam laporannya tentang panggilan telepon dengan Trump, Takaichi mengatakan bahwa mereka membahas percakapan presiden AS dengan Xi, serta hubungan bilateral. Namun, menurut WSJ ...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang