1 tahun yg lalu

Kenapa Tak Boleh Beragama dengan Cara Berpikir Orang Filsafat? Simak Penjelasan Gus Baha


Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan beragama, sering kali muncul pemahaman yang menyimpang akibat pendekatan yang salah. Gus Baha, atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim, mengingatkan pentingnya mengikuti sanad dalam beragama.

Dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @gusbaha-n8f, Gus Baha menyampaikan penjelasan yang lugas dan tegas terkait cara beragama yang benar. Menurutnya, agama tidak bisa dijalankan hanya berdasarkan logika atau pemikiran pribadi.

“Termasuk nikmat itu ketika kita tidak tergantung pada orang lain dalam urusan dunia. Tapi untuk urusan akhirat, kita tidak bisa tidak bergantung kepada guru,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya sanad dalam memahami agama.

Sanad adalah rangkaian kelimuan dari guru yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Gus Baha menegaskan bahwa dalam urusan akhirat, seseorang tidak bisa mengandalkan pemikirannya sendiri tanpa bimbingan dari ulama yang memiliki sanad yang sahih.

“Kamu boleh berpikir sendiri untuk urusan dunia, tapi tidak untuk agama. Agama itu riwayat, bukan sekadar logika atau pendapat pribadi,” lanjut Gus Baha.

Ia memberikan contoh kesalahan berpikir yang sering dilakukan oleh orang-orang filsafat. Menurutnya, mereka cenderung mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mereka sendiri, tanpa mengikuti ajaran yang diwariskan Rasulullah SAW.

Simak Video Pilihan Ini:

Heboh Polisi Bergelantungan di Kap Mobil Ngebut di Kudus, Pelaku Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

Ini Cara Berpikir Orang Filsafat

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang