Jakarta, CNBC Indonesia - Polemik penolakan insentif otomotif tahun depan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat respons dari Kementerian Perindustrian.
Kebijakan yang sejatinya dirancang untuk mendorong pertumbuhan industri kendaraan bermotor itu disebut sebagai insentif yang paling ditunggu-tunggu pelaku usaha hingga konsumen.
Kemenperin menilai keputusan penolakan tersebut berpotensi menghambat geliat sektor manufaktur yang tengah berupaya memperkuat pemulihan.
Kebijakan insentif tersebut disiapkan untuk memberikan dorongan menyeluruh pada ekosistem otomotif yang saat ini menghadapi tekanan permintaan. Perumusan insentif dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi industri serta kebutuhan pelaku usaha di seluruh rantai produksi
"Pak menteri tadi menjawab pertanyaan serupa dari kawan Forwin (Forum Wartawan Otomotif) di Bogor. Intinya Pak menteri menyayangkan ada pernyataan itu karena Kemenperin baru merumuskan insentif otomotif tapi ditolak, padahal insentif itu ditunggu-tunggu industri otomotif, pekerja industri otomotif, oleh konsumen industri otomotif," kata Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif dalam rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 di Kemenperin, Kamis (27/11/2025).
Febri menegaskan bahwa manfaat insentif otomotif tidak hanya dirasakan industri inti, tetapi juga sektor pendukung hingga perdagangan dan pembiayaan. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya stimulus, perputaran ekonomi di seluruh lapisan rantai pasok dapat meningkat. Mulai dari pemasok komponen tier 1 hingga tier 3, hingga perusahaan pendukung seperti leasing dan dealer, semuanya berpotensi terdorong kembali be...

6 bulan yg lalu




![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)