1 tahun yg lalu

Hindari Berhubungan Intim di Usia Kehamilan Ini, Bisa Sebabkan Ketuban Pecah Dini


Berhubungan intim atau seks adalah bagian alami dan normal dari kehamilan. Dengan catatan, jika ibu hamil mengalami kehamilan yang normal. Gerakan penetrasi dan hubungan seksual tidak akan membahayakan bayi, yang dilindungi oleh cairan air ketuban dan dinding otot rahim. 

Sementara, kontraksi orgasme tidak sama dengan kontraksi persalinan. Namun, sebagai tindakan pencegahan umum, beberapa dokter menyarankan untuk menghindari seks pada minggu-minggu terakhir kehamilan, karena percaya bahwa hormon dalam air mani yang disebut prostaglandin dapat merangsang kontraksi.

Satu pengecualian mungkin berlaku bagi ibu hamil yang sudah melewati batas waktu dan ingin menginduksi persalinan. Dalam kondisi ini, bisanya hubungan seks diperbolehkan oleh dokter, Bunda.

Dilansir WebMD, beberapa dokter percaya bahwa prostaglandin dalam air mani benar-benar menginduksi persalinan pada kehamilan cukup bulan atau lewat batas waktu, karena gel yang digunakan untuk "mematangkan" serviks dan menginduksi persalinan juga mengandung prostaglandin. Namun, dokter lain berpikir bahwa hubungan air mani/persalinan ini hanya teori dan bahwa berhubungan seks tidak memicu persalinan.

Mereka mungkin menyarankan ibu hamil untuk tidak berhubungan seks jika mereka memiliki salah satu dari jenis kehamilan berisiko tinggi berikut ini. Salah satu alasan yang membuat seks atau berhubungan intim menjadi berbahaya ketika air ketuban terasa merembes dari vagina, Bunda.

Di usia kehamilan berapa adanya risiko air ketumban rembes dan pecah sebelum waktunya jika berhubungan seks?

Sebabkan ketuban pecah dini, hindari berhubungan Intim di usia kehamilan ini

Kebocoran ketuban sebagian besar ditandai dengan keluarnya cairan bening dan tidak berbau, tetapi mungkin mengandung dar...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang