4 bulan yg lalu

Hamil saat Pakai IUD? Simak Risiko dan Tindakan yang Perlu Dilakukan Menurut Pakar


Jakarta -

Intrauterine Devices (IUD) merupakan jenis kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan. IUD terbuat dari plastik kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah sel telur bertemu dengan sperma.

Dikutip dari laman Monitoring Berkualitas (MONIKA) BKKBN, IUD terbilang efektif untuk mencegah kehamilan hingga 99 persen. Setidaknya, dari 1.000 perempuan yang menggunakan IUD, hanya 6 sampai 8 yang hamil di tahun pertama setelah pemakaian.

Meski efektif, Bunda tetap bisa hamil saat menggunakan IUD. Hingga kini, kasus terjadinya kehamilan pada perempuan yang menggunakan IUD masih ditemukan.

Penyebab hamil saat pakai IUD

Dilansir laman Women's Health, kehamilan dengan IUD mungkin saja terjadi. Berikut beberapa kondisi di mana seorang perempuan bisa mendapatkan kehamilan yang tidak diinginkan saat menggunakan IUD:

1. IUD keluar

IUD 'keluar' terjadi ketika IUD bergerak keluar dari tempatnya di bagian atas rahim dan terdorong ke vagina atau ke segmen terendah rahim atau serviks. IUD 'keluar' terjadi pada sekitar satu hingga tiga persen pasien per tahun, dan lebih umum terjadi ketika IUD dipasang tepat setelah melahirkan.

"Bagaimana kita bisa tahu jika IUD telah terdorong keluar dari tempatnya? IUD memiliki benang yang menggantung ke bawah, dan kita biasanya dapat merasakannya di saluran vagina jika meraihnya cukup tinggi," kata pakar kesehatan wanita dan penulis The Savvy Woman Patient, Jennifer Wider, MD.

"Jika tidak dapat merasakan benang tersebut atau jika panjangnya tampak berubah, itu bisa menjadi tanda IUD telah bergeser," sambungnya.

IUD 'keluar' juga dapat ditandai dengan munculnya rasa tidak nyaman dan perdarahan tidak teratur.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang