Jakarta, VIVA – Tradisi santri yang ikut kerja bakti atau roan dalam pembangunan pesantren menjadi sorotan publik usai insiden ambruknya bangunan mushala tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Di tengah ramai perbincangan soal peran santri dalam proyek pembangunan pesantren, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa hal tersebut bukan bentuk eksploitasi.
Menurut Gus Yahya, keterlibatan santri dalam kerja bakti merupakan bagian dari tradisi pendidikan karakter di pesantren yang menanamkan nilai gotong royong dan pengabdian. Ia menegaskan, tugas santri bersifat membantu, sementara pekerjaan utama tetap dikerjakan oleh para tukang.
“Santri itu punya tiga hal utama, yaitu tholabul ilmi, tazkiyatun nafs, dan jihad fi sabilillah. Jadi, kegiatan di pesantren bukan hanya belajar untuk mengisi otak dengan pengetahuan, tetapi juga melatih diri dalam berkhidmat, membersihkan jiwa, serta memberikan pelayanan dengan niat yang tulus,” ujar Gus Yahya dikutip NU online.

6 bulan yg lalu




![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)