9 bulan yg lalu

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat


Gaya hidup minimalis bukan hanya tren sesaat. Sejumlah riset pun mengungkap dampak positifnya terhadap kesehatan mental

Hidayatullah.com | DALAM dunia modern yang penuh tuntutan dan hiruk-pikuk, banyak orang kini mulai melirik gaya hidup minimalis sebagai jalan baru menuju ketenangan jiwa dan kesehatan mental yang lebih baik.

Gaya hidup minimalis bukan sekadar soal merapikan rumah atau membuang barang yang tak lagi digunakan. Lebih dari itu, ia adalah seni memilih—hanya menyimpan apa yang benar-benar bermakna, dan membebaskan diri dari beban yang tidak perlu, baik secara fisik maupun emosional.

Dr. Nurul Ain Mohamad Kamal, Pakar Psikiatri Umum dan Psikogeriatrik dari Rumah Sakit Canselor Tuanku Muhriz, menjelaskan bahwa hidup dengan lebih sedikit barang bukan berarti hidup dalam kekurangan. Justru, inilah jalan menuju ruang yang lebih lega—baik di rumah maupun di dalam pikiran.

“Ketika barang-barang berkurang, ruang fisik menjadi lebih tertata dan bebas dari kekacauan. Ini bisa mengurangi gangguan visual yang selama ini tanpa disadari menjadi sumber stres dan kecemasan,” ungkap Dr. Nurul Ain dalam wawancaranya bersama Bernama.

Ia menambahkan, hidup dengan jumlah barang yang wajar juga dapat meringankan beban mental. Kita tidak perlu lagi sibuk memikirkan penyimpanan, perawatan, atau godaan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Bukti Ilmiah di Balik Minimalisme

Gaya hidup minimalis bukan hanya tren sesaat. Sejumlah riset pun mengungkap dampak positifnya terhadap kesehatan mental.

Sebuah studi yang dimuat dalam ScienceDirect (2021) menunjukkan bahwa hidup minimalis mampu meningkatkan perasaan positif seperti kepuasan dan ketenangan, sekaligus mengurangi gejala depresi.

Sementara itu, penelitian lain dalam International Journal of Applied Positive Psychology (2020) menyebut bahwa mereka yang menjalani gaya hidup ini cenderung memiliki rasa otonomi lebih tinggi, merasa lebih kompeten, punya ruang berpikir yang lebih luas, serta emosi yang lebih stabil.

Filosofi “Spark Joy” dan Menemukan Arti Hidup

Salah satu metode yang direkomendasikan Dr. Nurul Ain adalah pendekatan KonMari, yang dipopulerkan oleh konsultan Jepang, Marie Kondo. Intinya sederhana: simpan hanya benda yang benar-benar “spark jo...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang