7 bulan yg lalu

Fakta di balik mitos smartphone yang masih beredar tahun 2025


Jakarta (ANTARA) - Perkembangan teknologi pada tahun 2025 semakin pesat dan inovatif, termasuk penggunaan smartphone yang kini semakin luas di berbagai kalangan. Tidak heran banyak produsen menawarkan berbagai pilihan smartphone dengan spesifikasi canggih dan desain modern.

Meski begitu, kemajuan teknologi ini juga masih diiringi munculnya beragam mitos dan rumor yang kerap membuat pengguna khawatir terhadap hal-hal sederhana yang sebenarnya tidak berbahaya.

Lalu, apa saja fakta di balik mitos seputar smartphone yang masih dipercaya banyak orang hingga tahun 2025? Berikut beberapa mitos yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Baca juga: Xiaomi 16 hadir dengan bezel super tipis dan sudut layar paling bulat

Mitos smartphone yang masih banyak dipercaya di tahun 2025

1. Sinyal smartphone lemah karena cuaca

Banyak orang percaya bahwa cuaca menjadi penyebab utama lemahnya sinyal smartphone. Namun, menurut Federal Communications Commission (FCC), sinyal smartphone bekerja pada frekuensi yang relatif tahan terhadap hujan, baik ringan maupun lebat. Gangguan sinyal biasanya terjadi karena jaringan satelit atau sinyal microwave, bukan karena kondisi cuaca.

2. Baterai harus diisi penuh

Banyak yang beranggapan bahwa baterai smartphone harus diisi hingga penuh sebelum digunakan. Faktanya, mitos ini sudah tidak relevan di era smartphone 2025. Baterai modern, seperti Li-Ion dan Li-Po, tidak memiliki efek memori seperti baterai lama, sehingga pengisian tidak harus selalu penuh dan tetap aman digunakan.

3. Mematikan bluetooth agar sinyal stabil

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang