Hidayatullah.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan memobilisasi dukungan internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza pascaperang. Ia juga memperingatkan ‘Israel’ akan menghadapi “harga yang mahal” jika kembali melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina.
“Kami akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan penduduk Gaza sebelum musim dingin tiba,” ujar Erdogan dalam perjalanan pulang dari KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh, Senin (13/10/2025).
“Kita harus terus berdiri bersama Gaza dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas genosida.”
Dalam pernyataan resmi yang dirilis kepresidenan Turki pada Selasa (14/10/2025), Erdogan menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza merupakan prioritas utama.
Ia mengatakan, Turki akan berupaya menggalang dukungan dari negara-negara Teluk, Amerika Serikat, dan Eropa, serta menyatakan keyakinannya bahwa pendanaan untuk proyek-proyek tersebut akan segera tersedia.
Erdogan juga menilai bahwa keputusan sejumlah negara Barat untuk mengakui negara Palestina harus dilihat sebagai “fondasi penting” menuju solusi dua negara yang berkelanjutan.
KTT Sharm el-Sheikh, yang digelar dengan tajuk “KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh,” dihadiri oleh lebih dari 31 negara serta berbagai organisasi regional dan internasional. Pertemuan ini menandai langkah besar setelah disepakatinya gencatan senjata antara kelompok perlawanan Palestina dan ‘Israel’—hasil mediasi Qatar, Mesir, dan Turki dengan dukungan Amerika Serikat.
Gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat pekan lalu. Sebagai bagian dari tahap pertama kesepakatan, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) kemarin membebaskan 20 tahanan ‘Israel’ hidup-hidup, serta menyerahkan jenazah sejumlah tahanan lain yang tewas akibat pemboman ‘Israel’ di Gaza.*

5 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)