Hidayatullah.com – Turki menutup kedutaan besarnya di Suriah pada 26 Maret 2012 sebagai isolasi diplomatik dan tekanan terhadap rezim Bashar Al-Assad. Dubes Turki saat itu, Ömer Önhon, ditarik dari Damaskus sementara Konsulat Jenderal Suriah di Istanbul tetap beroperasi.
Republik Turkiye membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus pada 14 Desember 2024, hanya enam hari setelah jatuhnya rezim Suriah sebelumnya.
Ankara menunjuk mantan duta besarnya untuk Mauritania, Burhan Koroglu, sebagai kuasa usaha sementara hingga duta besar baru ditunjuk.
Nuh Yilmaz mengepalai “Komite Koordinasi Teknis”, badan eksekutif dari “Dewan Strategis Tinggi” yang bertanggung jawab atas urusan Suriah.
Komite ini beroperasi di bawah Kementerian Luar Negeri Turki dan beranggotakan perwakilan lembaga pemerintah terkait untuk mengoordinasikan implementasi keputusan dewan terkait portofolio terkait Suriah, pengungsi, energi, perdagangan, penyeberangan perbatasan, bantuan kemanusiaan, dan isu-isu lapangan, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dalam wawancara dengan TV “Ülke” Turki pada 18 Oktober.
Tugas komite ini menghubungkan pengambilan keputusan politik tingkat atas dengan pelaksanaannya, mengubah keputusan dewan menjadi langkah-langkah praktis yang dilaksanakan di lapangan melalui koordinasi dengan berbagai kementerian, dalam sistem koordinasi berkelanjutan dengan badan mitra dari pihak Suriah.
Siapakah Nuh Yilmaz?
Lahir pada tahun 1974 di Istanbul, Nuh Yilmaz adalah sosok yang menggabungkan pengalaman akademis, intelijen, media, dan diplomatik.
Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Turki sejak Mei 2024, setelah sebelumnya memimpin Pusat Penelitian Strategis (SAM) di Kementerian Luar Negeri dan menjabat sebagai penasihat senior menteri sejak Juni 2023.
Sebelumnya, ia menghabiskan sepuluh tahun (2013–2023) di Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT), dan memperoleh keahlian yang luas dalam bidang keamanan regional dan politik, khususnya isu-isu Timur Tengah.
Sebelum bergabung dengan Kementerian Luar Negeri dan dinas intelijen, Yilmaz dikenal luas di media dan akademisi. Ia memimpin kantor Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi, dan Sosial (SETA) di Washington, DC dari tahun 2008 hingga 2011, salah satu lembaga think tank ...

4 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)