Liputan6.com, Jakarta - Inovasi baru desain baterai lithium-ion dilaporkan bakal siap mengubah mengubah lanskap wearable gadget.
Alasannya, alih-alih hanya mengubah komposisi kimia atau menipiskan perangkat, para pengembang dilaporkan akan menciptakan susunan sel yang memungkinkan baterai konvensional menjadi lentur, bahkan dapat dilipat.
Strategi ini menawarkan solusi cepat untuk perangkat wearable, karena masih bisa menggunakan proses produksi baterai tradisional.
Mengutip IDTechEx, Senin (26/5/2025), baterai lithium-ion dengan bentuk fisik unik yang dipadukan teknologi pengisian nirkabel, diperkirakan akan hadir lebih dulu di pasar, ketimbang baterai yang sepenuhnya fleksibel secara material.
Laporan mereka memprediksi pada tahun 2025, pasar baterai fleksibel, termasuk baterai cetak dan film tipis, akan menembus angka USD 400 juta (sekitar Rp 6,4 triliun).
Baterai lithium-ion yang dirancang dengan bentuk khusus atau yang bisa direnggangkan menjadi kandidat utama untuk perangkat wearable.
Meski tidak sepenuhnya fleksibel dari segi material, inovasi terletak pada desain penyusunan sel baterainya.

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)