SEJUMLAH wilayah di Pulau Sumatera mengalami bencana banjir dan tanah longsor di penghujung tahun ini. Bencana itu menerjang tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Salah satu penyebab terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi itu lantaran cuaca ekstrem. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, serta terdapat korban jiwa.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan beberapa jembatan kini rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera tersebut. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumawati mencatat telah ada setidaknya empat jembatan yang rusak sehingga akses darat menjadi terputus.
Namun Diana tak menjelaskan secara detail titik-titik jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera. Dia menyoroti peristiwa bencana yang terjadi di Sumatera Barat.
Dia menyatakan bencana banjir telah menyebabkan fasilitas air bersih milik perusahaan daerah mengalami kerusakan. "Air (bersih) mungkin tidak bisa berfungsi lagi. Kami sedang mengidentifikasi itu semuanya," kata Diana.
Di Sumatera Utara, dia mengatakan ada 20 titik longsor yang ditemukan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Menurut dia, tak menutup kemungkinan titik longsor bisa lebih banyak dari catatan pemerintah.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan, ada setidaknya 57 titik longsor yang dilaporkan terjadi di sekitar Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga hingga Kamis pagi, 27 November 2025. Akibat timbunan longsor itu, akses jalan raya yang menghubungkan Tarutung-Sibolga terputus.
Kemudian, akses dari arah Pakkat, Humbang Hasandutan ke Barus, Tapanuli Tengah juga ter...





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)