Liputan6.com, Gaza - Sebanyak 22 negara, termasuk Australia, Inggris, Prancis, dan Jerman, pada Senin (19/5) menyerukan Tel Aviv untuk segera mengizinkan bantuan kemanusiaan penuh masuk ke Gaza di tengah ancaman kelaparan akibat blokade Israel.
Menteri luar negeri negara-negara donor utama tersebut—yang juga mencakup Jepang dan Selandia Baru—menyatakan, "Meski kami mengakui tanda-tanda dimulainya kembali bantuan secara terbatas, Israel memblokir bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza selama lebih dari dua bulan."
Pernyataan itu menegaskan bahwa "makanan, obat-obatan, dan pasokan penting telah habis" dan "penduduk menghadapi kelaparan."
"Masyarakat Gaza harus menerima bantuan yang sangat mereka butuhkan," tambah pernyataan tersebut seperti dikutip dari The Daily Sabah, Selasa (20/5/2025).
Pernyataan bersama ini dirilis saat PBB menyatakan hanya sembilan truk bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza, yang mereka sebut drop in the ocean (setetes di lautan) di tengah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Pernyataan para donor juga secara tegas menolak rencana Israel yang dilaporkan ingin mengganti sistem distribusi bantuan sebelumnya di Gaza. Mereka menuntut Israel "memungkinkan PBB dan organisasi kemanusiaan bekerja secara independen dan tidak memihak untuk menyelamatkan nyawa."

11 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)