Liputan6.com, Jakarta - Dikisahkan, di sebuah masjid, suasana sholat berjamaah yang seharusnya khusyuk mendadak berubah ketika seorang makmum mengeluhkan lamanya imam dalam duduk tahiyat akhir.
Setelah sholat usai, sang imam menjelaskan bahwa ia sengaja memperpanjang doa setelah tasyahud akhir karena hal tersebut merupakan sunnah. Namun, benarkah tindakan ini sesuai dengan ajaran Islam?
Dalam Islam, ada banyak pendapat mengenai lamanya doa dalam sholat, terutama dalam posisi sujud dan tahiyat akhir. Beberapa ulama menekankan pentingnya memperbanyak doa di saat-saat tertentu dalam sholat, tetapi ada pula aturan yang mengatur durasi agar tidak memberatkan jamaah.
Menanggapi persoalan ini, dikutip dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB dijelaskan bahwa memang benar doa setelah tasyahud akhir sebelum salam adalah sunnah.
Namun, jika doa tersebut terlalu panjang hingga melebihi waktu yang dibutuhkan untuk membaca tasyahud dan shalawat kepada Nabi Muhammad, maka hukumnya menjadi makruh.
Hal ini berlandaskan pada prinsip bahwa sholat berjamaah harus mempertimbangkan kondisi makmum. Imam tidak boleh memperlama satu bagian sholat secara berlebihan hingga mengakibatkan ketidaknyamanan bagi jamaahnya.
Simak Video Pilihan Ini:
Keren, 1 Keluarga Tinggal dengan 10 Ular Piton Raksasa di Kebumen

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)