10 bulan yg lalu

Akar Konflik Puluhan Tahun Iran-Israel yang Bisa Memicu Perang


Liputan6.com, Teheran - Republik Islam Iran pada hari Kamis (12 Juni) mengunggah pesan dua kata yang mengerikan di platform media sosial X: "We are ready (Kami siap)," di tengah laporan bahwa Israel sedang bersiap untuk melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Amerika Serikat menanggapi dengan memperingatkan bahwa Iran mungkin akan membalas terhadap target Amerika di negara tetangga Irak dan telah menyarankan beberapa warga AS untuk meninggalkan wilayah tersebut sebagai tindakan pencegahan.

Ketegangan telah meningkat sejak gagalnya perundingan nuklir antara Washington dan Teheran. Presiden AS Donald Trump telah menegaskan kembali sikap garis kerasnya, dengan menyatakan bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk memperoleh senjata nuklir. "Sangat sederhana. Mereka tidak dapat memiliki senjata nuklir. Kami tidak akan mengizinkannya," katanya, seraya menambahkan bahwa pasukan AS sedang diposisikan ulang menjauh dari beberapa bagian Timur Tengah "karena itu bisa menjadi tempat yang berbahaya."

Mengutip business-standard.com, Kamis (12/6/2025), disebutkan bahwa pemicu di balik meningkatnya ketegangan ini terletak pada stok nuklir Iran yang terus bertambah. Menurut perkiraan terkini oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Iran kini memiliki lebih dari 408 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen, yang sangat mendekati ambang batas 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir. Jumlah tersebut meningkat hampir 50 persen dari awal tahun ini. Waktu yang dibutuhkan Iran untuk "berhasil" dan membuat bom menyusut dengan cepat.

Menelusuri Akar Sejarah Permusuhan Iran-Israel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang