11 bulan yg lalu

Akankah Paus Baru Dipilih dari Negara dengan Mayoritas Non-Katolik?


Liputan6.com, Vatikan - Para kardinal Italia selama ini selalu menjadi pemain kunci dalam konklaf — pertemuan rahasia berusia berabad-abad di Kapel Sistina untuk memilih paus baru.

Dalam film pemenang Oscar berjudul Conclave yang dirilis tahun lalu, para kardinal Italia harus bersaing dengan kandidat kuat dari Amerika dan Afrika. Namun, dalam film tersebut, Paus yang akhirnya terpilih justru melampaui semua prediksi — ia bukan kandidat favorit dan berasal dari negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Skenario fiksi ini kemudian memunculkan pertanyaan nyata: mungkinkah penerus Paus Fransiskus berasal dari negara di mana umat Katolik bukan mayoritas?

Konklaf yang Berbeda

Konklaf sebenarnya akan dimulai di Roma pada hari Rabu, dengan para kardinal yang memenuhi syarat dari College of Cardinals untuk memilih Paus baru.

Saat ini ada 252 kardinal di seluruh dunia, namun hanya 135 di antaranya yang berstatus kardinal elektoral — yaitu berusia di bawah 80 tahun sehingga berhak memilih dan dipilih menjadi Paus, dikutip dari laman ABC, Senin (5/5/2025).

Dua kardinal telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan hadir karena alasan kesehatan, sehingga hanya 133 kardinal yang akan berpartisipasi.

Distribusi geografis para kardinal elektoral kali ini adalah: 52 dari Eropa, 23 dari Asia, 17 dari Afrika, 17 dari Amerika Selatan, 16 dari Amerika Utara, serta masing-masing 4 dari Oseania dan Amerika Tengah.

Menurut Associate Professor Joel Hodge dari Australian Catholic University, konklaf kali ini istimewa karena jumlah kardinal dari luar Eropa lebih banyak dibandingkan konklaf-konklaf sebelumnya.

"Meski kehadiran Eropa masih kuat, kini kita memiliki negara-negara yang sebelumnya belum pernah punya kardinal, seperti Timor Leste di kawasan Asia Tenggara," ujar Hodge.

"Kardinal dari Timor Leste ini akan ikut memilih Paus untuk pertama kalinya. Ini bersejarah."

Upacara pemilihan Paus baru atau konklaf akan digelar 7 Mei mendatang. Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo pun terbang ke Vatikan untuk mengikuti proses k...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang