5 bulan yg lalu

Absen di KTT Perdamaian Gaza, Anwar Ibrahim: Malaysia Tidak Diundang


The Trump Declaration for Enduring Peace and Prosperity ditandatangani oleh empat pemimpin dunia, yakni Trump, Presiden El-Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

"Kami, para penandatangan, menyambut dengan hangat komitmen dan pelaksanaan yang benar-benar bersejarah dari semua pihak terhadap Trump Peace Agreement (Perjanjian Perdamaian Trump), yang mengakhiri lebih dari dua tahun penderitaan dan kehilangan yang mendalam — membuka babak baru bagi kawasan ini yang ditandai oleh harapan, keamanan, serta visi bersama untuk perdamaian dan kemakmuran.

Kami mendukung dan berdiri di belakang upaya tulus Presiden Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan membawa perdamaian yang langgeng ke Timur Tengah. Bersama-sama, kami akan melaksanakan perjanjian ini dengan cara yang memastikan perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesempatan bagi seluruh masyarakat di kawasan ini, termasuk bagi warga Palestina dan Israel.

Kami memahami bahwa perdamaian yang abadi akan terwujud ketika baik warga Palestina maupun Israel dapat hidup makmur dengan hak asasi mereka yang mendasar terlindungi, keamanan mereka terjamin, dan martabat mereka dijunjung tinggi.

Kami menegaskan bahwa kemajuan yang berarti muncul melalui kerja sama dan dialog yang berkesinambungan, serta bahwa memperkuat hubungan antarnegara dan antarmasyarakat akan melayani kepentingan abadi bagi perdamaian dan stabilitas regional maupun global.

Kami mengakui makna historis dan spiritual yang mendalam dari kawasan ini bagi komunitas-komunitas iman yang akarnya terjalin dengan tanah di wilayah tersebut — termasuk di antaranya Kristen, Islam, dan Yahudi. Penghormatan atas hubungan suci ini serta perlindungan situs-situs warisan mereka akan tetap menjadi hal utama dalam komitmen kami untuk hidup berdampingan secara damai.

Kami bersatu dalam tekad untuk membongkar ekstremisme dan radikalisasi dalam segala bentuknya. Tidak ada masyarakat yang dapat berkembang ketika kekerasan dan rasisme dinormalisasi, atau ketika ideologi radikal mengancam tatanan kehidupan sipil. Kami berkomitmen untuk mengatasi kondisi yang memungkinkan ekstremisme, serta mendorong pendidikan, kesempatan, dan saling menghormati sebagai landasan bagi perdamaian yang berkelanjutan.

Kami dengan ini berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa di masa depan melalui keterlibatan d...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang