Liputan6.com, Vatican City - Ketika para kardinal Gereja Katolik bersiap untuk menggelar konklaf dan memilih penerus Paus Fransiskus, hampir 900 pemimpin ordo religius perempuan dari berbagai belahan dunia berkumpul di Roma dalam pertemuan penting yang digelar International Union of Superiors General (UISG).
Meskipun mereka tidak memiliki hak suara dalam pemilihan Paus, para suster ini menyuarakan harapan besar untuk masa depan Gereja yang lebih inklusif, berbelas kasih, dan terbuka terhadap kepemimpinan perempuan.
Presiden UISG, Suster Mary Barron, membuka pertemuan dengan ajakan reflektif dan penuh semangat kepada para peserta. Ia meminta seluruh suster di dunia — yang jumlahnya lebih dari 650.000 — untuk berdoa demi pemilihan pemimpin Gereja yang tepat.
Lebih jauh, Barron menekankan pentingnya melanjutkan visi pembaruan Gereja yang diwariskan oleh Paus Fransiskus.
"Kita harus tetap waspada dan melakukan bagian kita untuk menjaga nyala api pembaruan Gereja," ujar Barron dalam pidatonya, seperti dikutip AP, Selasa (6/5/2025).
Pleno UISG tahun ini berlangsung pada waktu yang sangat simbolis — hanya beberapa hari sebelum dimulainya konklaf, di mana 133 kardinal, termasuk 108 yang diangkat oleh Paus Fransiskus, akan berkumpul untuk memilih Paus baru. Gereja Katolik secara tradisional masih membatasi tahbisan imamat hanya bagi laki-laki, sehingga hak suara dalam konklaf pun hanya dimiliki oleh para pria yang menjadi kardinal.
Namun, momentum ini tidak menyurutkan semangat para pemimpin ordo perempuan untuk menyuarakan aspirasi dan membahas peran penting mereka dalam kehidupan Gereja.

11 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)