11 bulan yg lalu

7 Mei 1915: Tragedi Kapal Pesiar Lusitania, 1.195 Orang Tewas Ditorpedo Kapal Selam Jerman


Liputan6.com, New York - Tanggal 7 Mei 1915 menjadi momen kelam bagi sejarah perkapalan. Kala itu kapal selam Jerman (U-boat) U-20 menembakkan torpedo dan menenggelamkan Lusitania, kapal pesiar Inggris berkecepatan tinggi yang tengah berlayar dari New York menuju Liverpool, Inggris. 

Berdasarkan data yang dikutip dari loc.gov pada Rabu (7/5/2025), tercatat ada 1.959 penumpang yang terdiri atas pria, wanita, dan anak-anak, sebanyak 1.195 orang di antaranya tewas, termasuk 123 warga Amerika Serikat.

Sehari setelah insiden tersebut, surat kabar The New York Times memuat tajuk utama: “Divergent Views of the Sinking of The Lusitania” yang menggambarkan berbagai macam reaksi awal publik terhadap tragedi itu. Sebagian menganggapnya sebagai tindakan kejahatan terang-terangan dan pelanggaran terhadap etika perang. 

Namun, sebagian lain memahami bahwa Jerman sebelumnya telah secara tegas memperingatkan semua penumpang kapal netral di Atlantik mengenai potensi serangan kapal selam terhadap kapal-kapal Inggris. Saat itu, Jerman menganggap Lusitania sebagai kapal milik Inggris, dan karenanya termasuk dalam kategori “kapal musuh”.

Penenggelaman Lusitania bukanlah satu-satunya faktor utama yang mendorong Amerika Serikat ikut terlibat dalam perang dua tahun kemudian. Namun, insiden ini memperkuat pandangan publik terhadap Jerman. 

Presiden Woodrow Wilson, yang saat itu memimpin AS dengan kebijakan luar negeri isolasionis, tetap mempertahankan sikap netral selama hampir dua tahun setelah peristiwa tersebut. 

Meski begitu, banyak pihak menganggap tragedi Lusitania sebagai titik balik baik secara teknologi, ideologi, maupun strategi dalam sejarah perang modern. Peristiwa itu menandai berakhirnya praktik “kesatria” dalam peperangan ala abad ke-19, dan awal dari era baru yang lebih kejam dan brutal, yakni perang total.

Sepanjang masa perang, halaman-halaman awal bagian rotogravure The New York Times edisi Minggu dipenuhi foto-foto dari medan perang, kamp pelatihan militer, dan upaya perang di dalam negeri. ...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang